Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,"Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Showing posts with label KULTWIT USTADZ FELIX. Show all posts
Showing posts with label KULTWIT USTADZ FELIX. Show all posts

Friday, January 4, 2013

Alila, Pengingatku Akan Allah















1. ceritanya seharian ini jalan berdua sama Alila | berharap ada ilmu yang bisa disampaikan padanya | lewat contoh dan pandangan mata
2. makan siang itu menunya nasi kebuli di bilangan mampang prapatan | sepulangnya tentu harus mengantri membelah kemacetan
3. merasa sumpek karena macet kutekan tombol ON radio segera | mengalun suara lembut penyanyi yang mendendangkan tentang cinta
4. baru beberapa detik musik menemani perjalanan dan Alila berlisan | "jangan denger lagu terus bi, nanti nggak bisa hafal Al-Qur'an"
5. mendadak suasana hening karena tombol OFF otomatis kutekan | saking senyapnya sampai-sampai bisa kudengar DEG!-DEG-DEG! suara jantung bersorakan
6. sementara alila tetap kalem, tiada niat ucapannya jadi sindiran | bagi ayahnya itu bukan hanya sindiran di hati tapi tikaman
7. tikaman yang mengucurkan rasa malu naik sampai ke ubun-ubun kepala | ternyata apa yang kusampaikan di hari lalu masih segar di ingatannya
8. "Kecintaan pada Al-Quran dan kecintaan akan alunan lagu takkan pernah menyatu dalam hati seorang hamba"| begitu singkat Ibnu Qayyim
9. nasihat Allah disampaikan padaku melalui seorang anak | nasihat anak 4 tahun nan lembut elok namun buat tertohok
10. walau dalam beberapa masa alunan musik masih jadi hiburan bagiku | abi bertekad hiburan itu tidak dilihat matamu didengar telingamu
11. harusnya hari ini adalah pendidikan bagimu | malah engkaulah yang memberiku ilmu
12. suatu waktu akan ada masa dimana setiap ayah tinggalkan anak-anaknya | itu tidak penting karena pastilah terjadi pada satu masa
13. yang penting saat kita sudah berada di gelap kubur anak kita lalu ditanya | "seperti apa ayahmu dulu saat dia masih di dunia?"
14. saat itulah yang penting menentukan lagi benar | apakah anak kita bercerita dengan enggan, ataukah dengan mata berbinar?
15. bila tak sanggup wariskan uang, jangan tinggalkan hutang | bila tak bisa contohkan taat, jangan teladankan maksiat
16. Alila Shaffiya Asy-Syarifah | pengingatku akan Allah

Tuesday, January 1, 2013

Lelaki Sejati


















01. mari bahas tentang lelaki | ada yang baik hati | namun ada yang tak tahu diri

02. lelaki sejati itu menjadi mapan karena masa depan jadi tujuan | karenanya tiada habiskan waktu untuk perkara kesia-siaan
03. lelaki sejati persiapkan diri lalu datangi wali | bukan berkoar tanpa bukti kesana kemari merayu putri
04. lelaki tahu diri menjaga hati dengan menjaga lisan | tak suka tebar janji dan berlaku berlebihan
05. lelaki sejati datang dengan amunisi meyakinkan calon mertua | bukan datang dengan tangan kosong dan omong kosong belaka
06. lelaki serius pahami ciri dewasa adalah bisa meyakinkan wali | bila dia belum mampu maka dia mundur dan kembali dewasakan diri
07. lelaki sejati takkan umbar janji, tak buat janji yang sulit ditepati | karena bakal bekaskan sakit hati, yang pasti sulit diobati
08. lelaki bertanggung jawab akan siapkan diri baru datangi wali | bukan melamar baru bersiap diri
09. lelaki yang terencana tahu persis wanita seperti apa yang dia perlukan | karenanya tak perlu pacaran dengan alasan perkenalan
10. lelaki sebenar lelaki akan merasa sangat malu | bila ia inginkan wanita namun belum lagi cukup ilmu
11. lelaki disiplin melatih diri di Masjid | menguatkan diri dengan sujud | dan cita-citanya syahid
12. lelaki yang setia jaga pandangan sebelum menikah | setelah menikah ia juga jaga pandangan karena Allah
13. lelaki sejati besar perhatiannya pasti pada Al-Qur'an | dia tahu tanpa Al-Qur'an tiada punya petunjuk mengemudi bahtera kehidupan
14. lelaki peduli akan perhatian pada ummat dengan dakwah | bila dengan ummat dia peduli tentu juga dengan keluarga
15. lelaki baik pahami bila sebelum menikah dia bermaksiat | setelah menikah ada alasan yang lebih banyak untuk khianat
16. lelaki sejati ucapannya jadi pegangan, perbuatannya jadi tuntunan | semuanya disesuaikan dengan Nabi dan Al-Qur'an
17. sayangnya | mempersiapkan diri menjadi lelaki sejati dan pacaran tiada bisa disambi | karenanya lelaki sejati TIDAK pacaran

Wednesday, December 26, 2012

[Kultwit] Ustadz Felix Siauw, Indahnya Cinta Karena Allah :)



01. cinta seringkali datang dari hal-hal sederhana bukan mewah | seperti kaus kaki yang kau kenakan saat gerimis di tengah sawah
02. saat engkau tunjukkan pekerti yang memikat hati | cerminkan kehormatan diri dan taatmu jadi jaminan hari nanti
03. walau jilbabmu terbasah lumpur yang menggenang | jangan tanya kaus kaki yang kotor bukan kepalang
04. namun engkau tetap tenang tak bergeming | memikirkan taatmu pada siapa? itu yang buat merinding
05. tanpa kusadari ada rasa haru menelisik masuk | romantisme manapun tidak ada saingan bagi takjub yang merasuk
06. namamu pun aku tak tahu, tapi yang tersebut justru nama Tuhan-mu | "subhanAllah yang telah menciptakan Muslimah taat semisalmu"
07. karena taat pada Allah maka seorang Muslimah layak dinikahi | sebab mendidik anak yang menyembah Allah perlukan iman yang sejati
08. cinta itu membutakan, cinta karena Allah lebih tak peduli | urusan apa asal etnis dan kekayaan, bila sudah taat Allah apa lagi dicari?
09. kukirimkan sepucuk surat padamu, isinya permintaan pernikahan | karena Allah sudah menjaminmu, tiada kuperlukan pacaran
10. tak perlu lagi berkenalan, karena kauskaki kotor sudah jadi saksi | jika perintah Allah engkau dengarkan, begitu juga kelak pinta suami
11. engkau balas surat dengan kata "engkau belum mengenalku" | aku memang belum mengenalmu, tapi yang kutahu lebih dari cukup bagiku
12. pantang menyia-nyiakan Muslimah yang taat Allah | di rumah tangga kelak yang begini yang mengundang berkah
13. kaus kaki kotor berbicara lebih banyak daripada lisan | memberitahu lebih banyak dari kebohongan bertopeng pacaran
14. adakala kejujuran lebih mudah dilihat dari perbuatan | namun pacaran sudah pasti mensyaratkan kebohongan
15. kaus kaki memang tak bisa bicara, namun ia tiada berdusta | beda dengan pacaran yang katanya cinta, namun minta pemuas nafsu nista
16. ingatkah engkau tentang pasangan aktivis-pacaran yang menuding | bahwa pernikahan kita tak didahului pacaran karenanya tak langgeng?
17. tahun demi tahun tanganmu tetap kugenggam hingga hari ini | sementara yang berpacar tiada menikah dengan alasan itu dan ini
18. tidak salahlah aku memilihmu, berbekal telaah kaus kaki | hatimu mudah menerima nasihat, asalkan ada hadits dan ayat
19. tiada salah aku menunda kenikmatan masa muda | karena sekarangpun aku pun tak ingat lagi -dan tak peduli- pernah muda
20. sabar menanti yang halal akan berakhir satu saat nanti | namun nikmat bersama yang tak halal akan jadi penyesalan nanti
21. dulu aku berusaha jadi ksatria, tidak memenuhi kepalamu dengan janji | komitmenku adalah akad nikah, ucapan sayang masih banyak masa
22. sekarang akupun tetap ksatria, mencari bagimu hanya yang halal | berucap padamu hanya yang baik, dan mengajarmu hanya yang benar
23. dan ksatria itu adalah menikahi, atau sudahi | bukan memulai yang tak bisa diselesaikan dengan menikahi
24. jelas bukan ksatria yang mengucapkan cinta, sayang | sedang bertemu wali dan tentukan tanggal saja banyak alasan
25. bila betul niatmu mencintai karena Allah | maka menikah itu pahala bagimu, bila belum siap dan berpisah itupun pahala bagimu
26. didik dirimu dengan Al-Qur'an, latih dirimu bergerak dalam dakwah Islam | itu jaminan hari tua, engkau bersama dengan orang yang benar
27. hormati dirimu, muliakan kehormatanmu | berikan pada lelaki yang siap mengambilnya dengan menikahimu, bukan menjanjikan harapan palsu
28. tutupi auratmu, pakai kaus kakimu | karena lelaki baik akan menundukkan pandangan, karenanya akan melihat kebawah kakimu :D

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes